Membakar senj[A]
Amarah, Cinta, dan Anarki
Surat Terbuka Kamerad Eat –Kombatan Jogjakarta– Kepada 325 (Indonesia)
Categories: General

Dear kamerad, kebanggaan untuk ‘anggota’ FAI/IRF Global, kamerad Conspiracy Cells of Fire, dan semua kelompok, individu, yg mendedikasikan hidup mereka untuk mengakhiri mesin mega-kontrol dan dominasi dan untuk semua anarcho-heretic_

Sudah cukup lama semenjak saya menulis surat terbuka. Saya tidak tahu, kadangkadang keadaan disini terlalu sibuk bahkan untuk mencoba fokus untuk menulis sesuatu. Campuran antara perasaan-pribadi untuk orang yg saya cintai, proses persidangan, dan jutaan ide yg terkadang datang seperti hujan bintang. Dan saya yakin bahwa kita semua merindukan bintangbintang, perasaan yg luar biasa dari semesta kita yg tak terbatas, kemungkinan dan esensi nihilistik. Saya harus mengatakan bahwa saya masih beruntung ditempatkan dalam penjara dengan keamanan ‘Non’ maksimum. Tapi tujuan saya di sini bukan untuk menceritakan cerita ‘membosankan’ tentang kondisi penjara saya, sebab saya tahu betul, itu hanyalah sebuah penjara fisik, miniatur masyarakat modern kita. Tapi satu yg tidak bisa dikatakan bahwa tidak ada perbedaan antara di sini dan di luar. Penjara fisik masih merupakan tempat terburuk untuk orang bebas yg ada didalamnya. Tidak ada satu orang pun –melakukan kejahatan ataupun tidak– harus berada di dalam penjara_

Kobaran api terus menghantui mimpi saya, semua tindakan solidaritas kameradkamerad dari luar negeri memberi saya perasaan campur aduk antara kegembiraan dan kesedihan. Saya masih menunggu untuk semua (di Indonesia) sel informal dan individu untuk benarbenar mulai kembali menyerbu gerbang surga. “Kondisi kami yg dipenjara” bukanlah alasan untuk menghentikan pemberontakan. Karena kita semua tahu bahwa mesin ini tidak akan pernah tidur, dan semua bintang di malam hari, keberadaan menakjubkan mereka, merupakan alasan yg cukup untuk mencuri Api Prometheus –untuk menghadirkan api secara terus-menerus di seluruh dunia, resonansi dari kebakaran liar untuk setiap kantor para bankir, politisi, kantor polisi, industrialis, ilmuwan nuklir dll. Mari kita membuang semua post-modernis dan studi budaya ke tempat sampah, karena mereka hanya memberikan kontribusi skeptisisme borjuis, perdebatanperdebatan teoritis tidak berguna dan jalan-buntu analisis Marxis. Sayat tidak mengatakan bahwa kita harus meninggalkan guru negatif, saya tidak mengatakan –seperti yg pernah dikatakan oleh Bakunin– “sudah cukup berteori”. Tidak! kelompok insureksionis informal harus terus mengembangkan teori mereka melalui praksis serangan, untuk menemukan batas dari serangan dari kelompok informal, untuk mengembangkan pemahaman tentang cara menghubungkan pergolakan sosial dengan kecenderungan tendensi individualitas kita sendiri dari pemberontakan. Seperti saya sendiri, saya selalu berusaha untuk menemukan benang merah antara pemberontakan sosial dan individu. Karena saya memiliki hubungan yg mendalam dengan perjuangan sosial, dimana, saya tidak pernah mengorbankan ego pemberontakan individu saya hanya untuk “menyenangkan” keyakinan strategi jangka panjang ‘anarkis sosial’, meskipun saya masih yakin adanya penghubung antara dua kutub yg mana anarkis insureksioner harus mempunyai hubungan yg baik dengan orangorang akar rumput otonom yg juga rindu untuk segera menyerbu langit. Mari kita mengakhiri retorika buntuk anarkisme klasik dan semua politisi sayap kiri dan semuanya dan untuk menciptakan dinamika wabah pemberontakan dari anarkis internasional, untuk mencerminkan dan mengembangkan strategi serangan dan kreasi ulang ruang otonom-liberal_

Kamerad, meskipun semua ini mungkin terdengar terlalu sloganistik, saya pikir penting untuk merenungkan dan menciptakan ulang sehingga api pemberontakan anarkis menjadi senjata mematikan untuk setiap dominasi yg terus menghancurkan setiap aspek kehidupan, makhluk hidup, alam, dan kemegahan semesta kita yg tak terbatas_

Saya melambaikan senyuman kepada mereka pemberontak gigih dari Sel Olga (FAI/IRF) dengan aksi berani mereka melawan ilmuwan nuklir. Pelukan untuk anarkis insureksioner dari FAI/IRF di Chili, Bolivia, Prancis, Jerman, Italia, dll. Saya ingin memeluk kalian suatu hari nanti_

Untuk Olga, isolasi mereka adalah alasan lain untuk setiap api di seluruh dunia. Banyak cinta untuk kalian. Untuk Giorgos Polidoros, Gerasimos Tsakalos, Panagiotis Argirou, Christos Tsakalos, Damiano Bolano, Michalis Nikolopolous, Giorgos Nikolopolous, Haris Hadjimihelakis, Theofilos Mavropoulos. Jika kalian melihat semua bintangbintang dan matahari, ingatlah bahwa saya juga melihatnya dengan anda dan untuk kamerad saya Luciano Tortuga, wabah pemberontakan tidak akan pernah berhenti dan mundur seperti cinta dan nafsu liar yg menciptakan keheningan sebelum badai datang_

Panjang Umur Anarki dan Kerjasama Internasional Anarkis-Praksis!

Insureksioner egois,

Kamerad E (FAI Indonesia)
Long-live Luciano Tortuga Cell

*via webblog 325*

[*] Eat (Reyhard Rumbayan) adalah kombatan Jogjakarta yg saat ini berada di dalam penjara (untuk hukuman selama 1 tahun 8 bulan) karena serangan dan pembakaran terhadap salah satu properti dan simbol kapital dan negara, ATM BRI, di Jogja tahun lalu bersama seorang kamerad, Billy Augustan. Keduanya merupakan anggota Long-live Luciano Tortuga Cell – FAI Indonesia_

Kesehatan dan Kekuatan untuk Eat & Billy, dan Semua Insureksioner di Seluruh Dunia!
Panjang Umur Insureksi!
Panjang Umur Anarki!

Leave a Reply