Membakar senj[A]
Amarah, Cinta, dan Anarki
Komunike Serangan Terhadap Pabrik Coca Cola Oleh Bruno Fillipi Cell of Iconoclastic Individuals (Ekuador)
Categories: General

Aku ingin berbaring di ranjang empuk, ditaburi dengan mawar …
“Hati-hati dengan duri,” kata mereka.
Dan apa aku peduli? Mengingat bahwa duri tidak kurang dalam hidup,
Aku lebih memilih duri mawar yang memberikan begitu banyak sukacita bersamaan dengan rasa sakit.

Hari ini, Selasa 22 Mei 2012, pada pukul 03:00 AM kami meledakkan bahan peledak yang terdiri dari 3 batang dinamit di pusat listrik dari salah satu tulang utama dari sistem kapitalis: industri pembotolan “Coca-Cola” yang terletak di Av. Juan Tanca Marengo di KM 4,5 kota Guayaquil.

Kami telah mendengar dan membacanya, ungkapan yang beresonansi setiap kali lebih besar di kepala kami, dan dalam kesempatan ini seperti di masa depan, kami bukan imaji atau menginginkan atau ingin tetap lumpuh: Kali ini dengan tegak, bangga dan bermartabat kami dengan marah menambahkan teriakan kami secara serempak dari roh-roh gigih: “TIDAK ADA PEJUANG YANG DI TINGGAL SENDIRIAN.”

Bahwa ada pejuang yang akan sendirian, bahwa solidaritas antar anarkis lebih dari sekedar kata-kata tertulis, ingatan yang tidak akan pernah hilang!, kami pergi dengan makna yang sama bahwa kata-kata itu juga berarti bagi kami, karena itu adalah suara dari saudara-saudara yang memanggil kami, kata yang adalah darah yang menuntut untuk dibebaskan, yang galak dan liar berteriak balas dendam, dan sekali lagi kami tidak bisa atau berpura-pura tuli terhadap suara itu.

Sejak 2009, 22 Mei tidak akan pernah menjadi hari yang biasa saja, tidak akan bisa menjadi hari yang normal bagi mereka yang menyatakan diri terlibat dalam perang total terhadap sistem, tidak pernah akan menjadi hari yang biasa saja bagi mereka yang merasa dekat dengan mereka yang memberi ekspresi bagi hidupnya dengan serangan yang sama, untuk kontradiksi tanpa henti: untuk MAURICIO MORALES DUARTE, Punki Mauri; yang – seperti mereka yang yang tenggelam dalam serangan terhadap kekuasaan – tahu bahwa takdir tidak terlihat dalam perang ini, di sini hanya ada dua cara yang mungkin: “KEMATIAN ATAU PENJARA.” Dan ia mengambil pilihan tersebut, tak terelakkan, tanpa menurunkan pandangannya, tanpa ragu, tanpa banyak bertingkah. Dengan cara yang sama kami membawa seluruh jiwa melekat dalam prinsip-prinsip kami.

Indah dan rakus adalah cara dalam perang ini, indah dan rakus di semua cabang dan di semua taktiknya, tidak terakses oleh kehambaran roh dan ide. Bagi mereka hal ini hanya akan tetap menjadi “kritik elit,” alasan di universitas, kehidupan non-warga negara, bekerja dengan musuh.

Ada individu-individu atau sel-sel tertentu yang dengan keras menyatakan bahwa: “kami tidak perlu tanggal,” “kami adalah negasi dari rasa” dan lain-lain. Siapa yang peduli, terlepas apakah seseorang percaya kepada setiap sel atau individu, kami tidak akan tetap tenang mengenai hal ini dan hari-hari ketika saudara-saudara kami telah jatuh, ketika bubuk, dinamit, ANFO, buku-buku dan peluru tidak cukup bagi kami, karena mereka adalah bagian dari kami dan karena pada saat itu kami semua adalah bagian dari warisan gigih dan roh keras kepala yang teguh menghadapi otoritas.

Bersama dengan ini kami juga menyampaikan salam kepada para kamerad CCF; Eat dan Billy; Rami Syrianos; kamerad Tortuga and kamerad in Chile; sel-sel yang tidak menyerah di Chile, Yunani, Bolivia, Peru dan Italy; para tahanan di manapun dan mereka yang berada di dalam persembunyian; kekuatan untuk kalian semua!

Punki Mauri, hasrat kebebasanmu adalah bagaikan bom yang menular!

kami berjalan saat malam
dengan matahari di dalam pikiran kami
dan dengan bintang emas
dari mata kami yang terbakar

Bruno Fillipi Cell of Iconoclastic Individuals
very proud members of the FAI-FRI

*artikel co-pas dari webblog Negasi*

Leave a Reply